dok: Sindo
JAKARTA - Ketergantungan konsumen dunia terhadap pangan tropis membuka peluang Indonesia menjadi eskportir pangan tropis.
"Penduduk dunia sudah tak bisa hidup nyaman tanpa pangan tropis. Orang Indonesia biasa minum teh, jadi enggak bisa kalau tidak minum teh, sama seperti orang AS dengan cokelat," kata Ketua Dewan Pembina HKTI Siswono Yudohusodo di seminar bertajuk Overcoming The Global Food Crisis, Graha Niaga, Sudirman, Jakarta, Kamis (28/8/2008).
Selain itu, lanjutnya, faktor lain yakni harga pangan dunia tidak akan kembali turun.
"Membuat penduduk dunia setiap 15 tahun sekali bertambah satu miliar, di mana permintaan pangan tropis semakin bertambah," tandasnya.
Menurut Siswono, Indonesia adalah negara yang terpandang dalam memenuhi kebutuhan pangan dunia. "Kita mesti jadi ekportir pangan tropis dunia, menghasilkan devisa dan memperluas lapangan kerja. Kebijakan pemerintah harus diarahkan ke sana," tambahnya.
(ade)