Fiskal & Moneter


Target Pemerintah Kurangi Kemiskinan Tak Realistis

Kamis, 28 Agustus 2008 - 15:25 wib
text TEXT SIZE :  
Mochammad Wahyudi - Okezone

JAKARTA - Target pemerintah untuk mengurangi kemiskinan sebesar 12-14 persen pada tahun depan dinilai tidak realistis.

Pasalnya, dalam situasi saat ini peran industri manufaktur semakin mengecil dalam pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, banyak masyarakat beralih ke sektor informal.

"Sektor manufaktur memang tumbuh, tapi pertumbuhannya makin lama makin kecil. Karena diperkirakan sektor informal akan tumbuh tahun depan dan itu sangat membahayakan bagi perekonomian Indonesia," ucap anggota Komisi XI Fraksi PKS Andi Rahmat, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2008).

Menurut Andi, semakin mengecilnya pertumbuhan industri manufaktur, seperti tekstil atau garmen, dikarenakan industri tersebut paling sulit dibiayai akibat variable cost-nya yang tinggi.

Untuk itu, pemerintah diminta melaksanakan sejumlah upaya untuk menggiatkan sektor tersebut. Salah satunya dengan membentuk badan layanan umum penjamin (avalis) kredit bagi para pengusaha di sektor tersebut.

"Jadi kredit-kredit tetap dijalankan untuk menjamin sektor manufaktur dengan persyaratan elastisitasnya terhadap tenaga kerja, seperti tekstil. Semacam Kredit Usaha Rakyat (KUR)," ucap Andi. (ade)