JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII) menjadi "idA+" dengan outlook stabil untuk obligasi I sebesar Rp 225 miliar. Sementara untuk peringkat obligasi Syariah Mudharabah milik perusahaan sebesar Rp75 miliar dinaikkan ratingnya menjadi "idA(sy)".
Sesuai dengan data laporan keuangan PTPN VII telah membeli kembali sebagian obligasi I-B sebesar Rp4 miliar.
Menurut analis Pefindo Ranald Hertanto dan Niken Idriarsih, kenaikan peringkat tersebut mencerminkan permintaan produk kelapa sawit dan karet yang kuat. Hal tersebut membuat kinerja keuangan perusahaan yang menguat serta diversifikasi produk yang baik.
Namun sayangnya, peringkat tersebut diperlemahkan oleh profil perkebunan kelapa sawit dan karet yang relatif tua. Risiko fluktuasi volume produksi terutama karena cuaca yang tidak menentu serta risiko fluktuasi harga komoditas.
Seperti diketahui, PTPN VII adalah perusahaan milik negara yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, karet, gula dan teh.
Per 31 Maret 2008, total luas perkebunan milik perusahaan termasuk plasma mencapai 131.686 hektare (ha), yang terdiri dari 55.398 ha perkebunan kelapa sawit, 47.614 ha perkebunan karet, 27.376 ha perkebunan gula dan 1.298 ha perkebunan teh.
Di samping itu, perseroan juga berencana untuk menawarkan sahamnya ke publik pada tahun ini untuk mendanai aktivitas penanaman kembali dan akuisisi lahan.
(Juni Triyanto /Sindo/ade)