Sektor Riil


Kecelakaan Itu Bernama Kenaikan Harga Elpiji

Jum'at, 29 Agustus 2008 - 11:35 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai kenaikan harga bahan bakar elpiji antara 9-15 persen merupakan kecelakaan kebijakan.

Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat usai membuka Rapat Koordinasi Nasional Bidang Industri, Teknologi, dan Kelautan Kadin Indonesia di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta, Jumat (29/8/2008) mengatakan, kenaikan harga bahan bakar elpiji dilakukan dalam momen yang tidak tepat. Pasalnya, kenaikan dilakukan menjelang bulan puasa dimana harga-harga komoditas pokok masyarakat sedang melonjak.

Selain itu, ungkap dia, kesalahan kenaikan harga bahan bakar elpiji juga karena dilakukan ketika pendistribusian elpiji ukuran tiga kilogram dan 12 kilogram belum tertata optimal.

"Menurut saya, ini suatu kecelakaan. Yang mau di-manage kan sebetulnya LNG yang tiga kilo, dia akan disubsidi. Tapi karena harga subsidinya melambung naik, maka orang-orang akan beramai-ramai mengambil yang tiga kilo," paparnya.

Hidayat memastikan, kenaikan harga bahan bakar elpiji akan berdampak pada peningkatan laju inflasi Agustus ini. Bila tidak dilakukan antisipasi secepatnya, kata dia, resiko inflasi lebih tinggi dibanding sebelumnya bisa terjadi. (Zaenal Muttaqin /Sindo/ade)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4