JAKARTA - Pemerintah dan PT Pertamina harus segera menerapkan proteksi untuk mencegah pembelian elpiji tiga kilogram (kg) oleh masyarakat mampu.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melihat kenaikan harga elpiji 12 kg beberapa hari lalu menyebabkan terjadi disparitas harga yang besar antara elpiji 12 kg dengan elpiji 3 kg. Hal ini akan mendorong konsumen elpji 12 kg beralih membeli gas 3 kg.
"Pemerintah belum memiliki instrumen untuk penggunaan elpiji 3 kg," kata anggota YLKI Tulus Abadi, di sela Seminar Peran Produk Tabung Baja dalam Mendukung Program Diversifikasi Minyak Tanah ke LPG di Hotel Bumi Karsa Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2008).
YLKI meyakini, kondisi itu akan membuat hak masyarakat miskin untuk pembelian gas 3 kg semakin terjepit. Karena masyarakat mampu bisa membeli gas 3 kg dengan jumlah banyak dibanding masyarakat miskin.
Sehingga, program pemerintah untuk memberi ekses yang luas bagi masyarakat miskin tidak akan tercapai.
"Adanya selisih itu akan membuat masyarakat miskin jadi berebut. Karena masyarakat mampu, bisa borong gas 3 kg," pungkasnya.
(ade)