JAKARTA - Budaya kenaikan harga bahan pokok menjelang puasa dinilai sebagai hal yang lumrah dan sulit dihindari.
"Yang perlu diperhatikan adalah penyebab dan sejauh mana kenaikan itu terjadi. Karena bisa saja ada permainan dari kelompok-kelompok yang memanfaatkan situasi," ujar Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Husnah ketika dihubungi okezone, di Jakarta, Jumat (29/8/2008).
Kenaikan tersebut, lanjutnya, dapat dibatasi dengan ikutnya pemerintah dalam mengawasi sejauh mana kenaikan itu terjadi. "Saya pikir pengawasan mungkin bisa melibatkan pengelola pasar. Pengawasan bisa dilakukan dengan mencari titik permasalahan," katanya.
Dia juga mengatakan, kenaikan harga bahan pokok sulit dihindari, karena kenaikan harga yang menentukan adalah pedagang, terlebih pada dasarnya konsumen tetap membutuhkan bahan pokok tersebut.
Namun selama persediaan barang normal dan mencukupi, menurut Husnah, konsumsi masyarakat tidak akan berubah.
Sejauh ini, ia menambahkan, tidak ada aturan yang mengatur seberapa besar pedagang boleh mengambil keuntungan. Sehingga, kenaikan harga bahan pokok menjelang situasi tertentu dapat dimaklumi.
(rhs)