JAKARTA - PT Bank Central Asia (BCA) Tbk per Juli 2008 berhasil mengumpulkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp92 triliun. Sebagian besar berasal dari tabungan masa depan (Tahapan).
Selain itu pertumbuhan rekening baru per bulan rata-rata 5.000-7.000, sehingga perseroan tetap melanjutkan gebyar tahapan BCA II mulai September-Desember 2008.
"Saat ini kami mengelola tujuh juta rekening nasabah dengan total DPK yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp92 triliun. Hingga akhir tahun 2008, menargetkan DPK sebesar Rp98 triliun," kata Direktur BCA Suwignyo Budiman saat peluncuran gebyar tahapan BCA II, di Jakarta, Jumat (29/8/2008).
Suwignyo menuturkan, selama beberapa tahun terakhir, pengumpulan dana murah, terutama tabungan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Tahapan yang sangat fleksibel dan memudahkan para nasabah.
Saat ini BCA memiliki 5.600 ATM, 55.000 EDC dan 120 cabang prioritas. Selain itu, memiliki 800 cabang regular, 26.000 merchant debit BCA dan 104 produk ATM BCA sehingga berhasil menarik minat masyarakat untuk menggunakan produk ini.
"Saat ini kami melayani tujuh juta nasabah dengan kenaikan DPK hampir 10 kali lipat. Tahapan memberi kontribusi terbesar pengumpulan. Sedangkan sisanya adalah deposito dan giro," jelasnya.
Dia menuturkan, sebelum krisis perseroan memiliki delapan juta penabung. Bahkan, setelah krisis pertumbuhan rekening semakin banyak, namun tidak fokus sehingga tidak bisa memberi kontribusi interest income yang besar.
"Kami tetap mengupayakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan nasabah sehingga memudahkan transaksi perbankan," tandasnya.
(Tomi Sujatmiko/Sindo/rhs)