BANDUNG - Tingkat pemakaian listrik masyarakat Jabar Banten selama bulan puasa diprediksikan meningkat tiga sampai lima persen. Kendati demikian PT PLN Distribusi Jawa Barat Banten (DJBB) memastikan pasokan listrik masih aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
General Manager PT PLN DJBB Budiman Bahrulhayat menjelaskan, tren penggunaan listrik selalu menunjukkan peningkatan pada Ramadan. Pemakaian listrik biasanya meningkat tiga-lima persen dari beban puncak di hari biasa.
Realisasi beban puncak di siang hari pada Juli 2008 berkisar 4.360 MW sedangkan pada malam hari sebesar 4.933 MW. PLN DJBB menargetkan dapat menurunkan beban puncak sebesar 4.564 MW pada malam hari.
"Waktu makan sih memang hanya dua kali tapi ternyata pemakaian listrik malah leibh banyak dari biasanya," kata Budiman pada Silaturahmi dan Paparan PLN DJBB tentang Kesiapan Kondisi Kelistrikan Saat Ramadan, di Rumah Makan Toh Joyo, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/8/2008).
Budiman sendiri berharap agar Ramadan dapat menjadi momentum untuk mengendalikan pemakaian listrik. Dia menyarankan, pelanggan mengimplementasikan batas hemat yang tertera dalam rekening listrik pelanggan. Pelanggan yang mengunakan listrik di bawah ketentuan batas hemat akan dikenakan tarif yang lebih murah dari pemakaian di atas batas hemat.
"Kalau saja masyarakat hemat berjamaah, pasokan listrik jadi bertambah. Di Jawa Bali ini ada 8 juta orang. Jika setiap orang menghemat 50-100 watt saja, kita bisa mendapat tambahan listrik 400 MW," paparnya.
PLN sendiri tengah menyiapkan standar operasional untuk mencegah terjadinya gangguan listrik selama Ramadan secara khusus pada saat sahur dan buka puasa. Sekalipun terjadi pemadaman, PLN akan berupaya melakukan pemulihan secepat mungkin agar tidak mengganggu kegiatan sehari-hari mayarakat.
"Bahkan kalau bisa lebih banyak mengarahkan kegiatan selama bulan puasa ke mesjid agar penggunaan listrik di rumah bisa lebih hemat," tukasnya.
PLN pun berencana menggandeng mall besar yang ada di Kota Bandung dan kota besar lainnya dalam pembuatan Counter Hemat Listrik. Di tempat tersebut, masyarakat dapat berkonsultasi tentang tips penghematan listrik.
Sementara itu tren konsumsi listrik di Jabar Banten sepanjang Mei-Agustus 2008 masih berkisar di angka 2.800 GWH.
Realisaso pada Mei 2008 sebesar 2.894 GWH, Juni 2.899 GWH, Juli 2.768 GWH, sedangkan sampai dengan 26 Agustus 2008 mencapai 2.884 GWH.
Potensi pengendalian pertumbuhan penggunaan listrik di Jabar dan Banten berkisar 1.015 GWH. PLN DJBB menargetkan pertumbuhan konsumsi listrik sebesar 4,75 persen sedangkan tren saat ini malah menunjukkan growth di angka 7,20 persen.
(Eviana Ulitaria Panjaitan/Sindo/rhs)