JAKARTA - Anggota fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Azwar Anas berharap pemerintah dapat merenegosiasi ulang Kontrak Gas Tangguh di masa mendatang.
''Sehingga tidak ada kerugian negara lagi,'' katanya kepada wartawan di Ruang Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Gedung Nusantara 1 DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (1/9/2008).
Azwar menambahkan, persoalan kontrak gas Tangguh ini bukanlah menjadi permasalahan Wapres Jusuf Kalla ataupun Ketua Umum PDI-P Megawati, tetapi sudah merupakan permasalahan bangsa.
Di samping itu, permasalahan mengenai lamanya kontrak gas Tangguh selama 20 tahun tersebut sudah menjadi keputusan kolektif. "Ini adalah soal keputusan kolektif pada waktu itu,'' ucapnya.
Azwar mengatakan, renegosiasi ulang kontrak tersebut sangatlah penting. Namun, pada prinsipnya harus dilakukan dengan transparan.
Partainya pun saat ini sedang melakukan berbagai cara untuk mendorong penerimaan negara agar dapat lebih tinggi dan mendesak amandemen UU migas.
Selain itu, menurutnya kontrak gas Tangguh hanya merupakan salah satu dari sekian banyak yang harus dievaluasi. ''Banyak yang harus di evaluasi, kontrak Tangguh salah satunya,'' pungkasnya.
(ade)