JAKARTA - Laju inflasi Agustus 2008 yang tercatat rendah dari ekspektasi, disebabkan terkendalinya harga-harga komoditi utama.
"Bulan-bulan ini sangat stabil. Bahkan cenderung turun, minyak goreng juga relatif stabil. Demikian juga terigu, yang lain memang variatif. Tapi secara umum stabil," ujar Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi, di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Senin (1/9/2008).
Menurutnya, rendahnya laju inflasi Agustus ini bisa berdampak baik pada inflasi akhir tahun. Sebab, biasanya jelang Lebaran, laju inflasi akan terdorong.
"Secara musiman Ramadan dan Lebaran memang selalu memberi tekanan pada inflasi. Tetapi ini modal bagus, inflasi Agustus angkanya tidak terlalu tinggi," ujarnya.
Jika dilihat dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pendorong inflasi Juli adalah biaya sekolah khususnya untuk sekolah. Pendapatan sebagian masyarakat, lanjutnya, juga terpakai untuk keperluan nonpangan.
(rhs)