Finance


Bunga Simpanan dan Deposito Mulai Naik

Senin, 1 September 2008 - 15:24 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - Bunga simpanan (tabungan) dan deposito perbankan mulai naik karena mulai menyesuaikan (kenaikan) suku bunga acuan BI Rate. Kenaikan mulai terjadi sejak April agar tetap menarik di tengah persaingan likuiditas yang ketat.

Ekonom PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Djoko Retnadi mengatakan, kenaikan bunga tabungan dan simpanan berjangka terjadi akibat kenaikan BI Rate. Selain itu ketatnya persaingan, terutama merebutkan likuiditas dari masyarakat, sehingga bank memberi penawaran menarik melalui suku bunga.

"Bank berusaha mendapatkan likuiditas, terutama dana murah melalui kebijakan suku bunganya. Selain karena kenaikan BI Rate, kenaikan bunga simpanan akibat persaingan antar bank yang semakin ketat," jelasnya, di Jakarta, Senin (1/9/2008).

Kendati demikian, lanjut Djoko, masyarakat harus diingatkan bahwa pemberian bunga harus sesuai dengan yang dijamin oleh lembaga penjamin simpanan (LPS).

Jangan sampai nasabah dirugikan jika ada suatu masalah dengan bank, terutama mengenai bunga. Selain itu, bank hendaknya meningkatkan efisiensi sehingga naiknya biaya dana (cost of fund) tidak disertai dengan kenaikan bunga kredit.

"Nasabah jangan terbuai dengan besarnya bunga yang diberikan bank. Nasabah bukannya untung, melainkan buntung jika bank memberikan bunga yang melampaui penjaminan LPS," tegasnya.

Statistik ekonomi dan keuangan Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan bunga tabungan kelompok bank swasta mulai naik sejak April 2008 sebesar 3,42 persen, Mei 3,43 persen dan Juni 3,42 persen.

Kelompok bank asing dan campuran per April 3,87 persen, Mei 4,01 persen dan Juni 4,18 persen. Kelompok bank umum per April 3,23 persen, Mei 3,24 persen dan Juni tetap di 3,24 persen. Sedangkan kelompok bank persero (BUMN) cenderung turun dimana Maret 3,06 persen, April 2,96 persen, Mei 2,96 persen dan Juni 2,98 persen.

Kenaikan juga terjadi untuk simpanan berjangka (deposito). Kenaikan mulai tejadi sejak Maret 2008. Untuk kelompok bank persero deposito satu bulan per Maret sebesar 6,38 persen, April 6,31 persen, Mei 6,36 persen dan Juni 6,56 persen. Jangka waktu tiga bulan per Maret 7,01 persen, April 6,88 persen, Mei 6,89 persen dan Juni 6,96 persen.

Jangka waktu enam bulan per Maret 2008 7,21 persen, April 7,28 persen, Mei 7,32 persen dan Juni 7,60 persen. Jangka waktu 12 bulan per Maret 7,86 persen, April 7,73 persen, Mei 7,64 persen dan Juni 7,70 persen. Sedangkan jangka waktu 24 bulan per Maret 10,15 persen, April 10,06 persen, Mei 9,99 persen dan Juni 9,99 persen.

Kelompok bank swasta nasional deposito satu bulan per Maret 7,18 persen, April 7,19 persen, Mei 7,35 persen dan Juni 7,61 persen. Jangka waktu tiga bulan per Maret 7,54 persen, April 7,57 persen, Mei 7,75 persen dan Juni 7,98 persen.
Jangka waktu enam bulan per Maret 7,82 persen, April 7,84 persen, Mei 7,92 persen dan Juni 8,01 persen. Jangka waktu 12 bulan per Maret 7,56 persen, April 7,58 persen, Mei 7,65 persen dan Juni 7,74 persen. Sedangkan jangka waktu 24 bulan per Maret 10,05 persen, April 9,88 persen, Mei 9,86 persen dan Juni 9,96 persen. (Tomi Sujatmiko/Sindo/rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4