Fiskal & Moneter


Awas, Inflasi September Bisa Meledak

Selasa, 2 September 2008 - 09:35 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - Laju inflasi Agustus 2008 yang hanya tercatat 0,51 persen, sedikit tertolong oleh penurunan harga minyak mentah di pasar global. Namun, hati-hati pada bulan berikutnya.

"Agustus mungkin tekanan inflasinya cukup lunak, sebelum kemudian ledakan inflasi akan muncul pada bulan berikutnya," ujar Ekonom Bank Danamon Helmi Arman, di Jakarta.

Menurutnya, inflasi September akan menanjak seiring dengan Ramadan. Namun, dia berharap hingga akhir tahun tidak terdapat faktor-faktor yang menyebabkan lonjakan inflasi. Pihaknya memperkirakan laju inflasi hingga akhir tahun akan mencapai sekitar 11,9 persen.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Makro Bappenas Bambang Prijambodo menilai pemerintah dituntut mampu mengendalikan faktor-faktor musiman dalam mengelola inflasi dalam empat bulan terakhir pada 2008. Pengendalian faktor musiman ini adalah dengan mengamankan bahan-bahan kebutuhan pokok dan transportasi.

"Arah inflasi empat bulan mendatang ditentukan langkah- langkah untuk mengendalikan faktor-faktor musiman, terutama penyediaan kebutuhan pokok dan transpor sepanjang September hingga awal Oktober, serta Desember 2008. Terdapat dorongan permintaan agregat baik domestik maupun eksternal yang masih kuat,"paparnya (Susi Susanti/Sindo/rhs)