Finance


Pembiayaan Konsumsi Syariah Naik 76%

Selasa, 2 September 2008 - 13:01 wib
text TEXT SIZE :  
Share

JAKARTA - Pembiayaan konsumsi syariah secara tahunan (yoy) per Juli mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 76,1 persen dibandingkan pembiayaan lainnya.

"Peningkatan ini disebabkan oleh inovasi produk (pembiayaan) yang semakin banyak dan kerja sama sesama bank syariah membiayai sektor konsumer," ujar Pemimpin Divisi BII Syariah Chairil A Azis, di Jakarta, Selasa (2/9/2008).

Namun, perbankan syariah tetap menjaga kualitas penyaluran pembiayaan agar tidak terjadi pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF)

Berdasarkan statistik perbankan syariah terbitan Bank Indonesia (BI) per Juli 2008, pembiayaan sektor konsumsi mencatat pertumbuhan (tertinggi) sebesar 76,1 persen dari Rp5,20 triliun pada Juli 2007 menjadi Rp9,16 triliun pada Juli 2008.
Pembiayaan sektor konsumsi tetap tinggi sejak April 2008 sebesar Rp7,05 triliun, Mei sebesar Rp8,10 triliun dan Juni Rp8,48 triliun. Pembiayaan modal kerja mengalami pertumbuhan sebesar 41,02 persen dari Rp13,48 triliun menjadi Rp19,01 triliun.

Kenaikan sudah terjadi sejak April sebesar Rp17,54 triliun, Mei Rp17,94 triliun dan Juni Rp18,69 triliun. Sedangkan pembiayaan sektor investasi mencatat pertumbuhan 39,9 persen dari Rp5,01 triliun menjadi Rp7,01 triliun. Kenaikan sudah terjadi sejak April sebesar Rp5,98 triliun, Mei Rp6,29 triliun dan Juni Rp6,93 triliun. (Tomi Sujatmiko/Sindo/rhs)

Share
o1 o2

Berita Lain

o3 o4