ekonomi global


Terendah Sejak April, Minyak Mentah USD109

Rabu, 3 September 2008 - 08:22 wib
text TEXT SIZE :  
Candra Setya Santoso - Okezone
(foto: reuters)

NEW YORK - Untuk pertama kalinya sejak April, harga minyak mentah dunia berada di bawah level USD110 per barel. Pemicunya adalah berkurangnya tekanan badai tropis Gustav.

Kecemasan yang sebelumnya menghantui para pelaku pasar, akhirnya sirna setelah badai Gustav hanya menyebabkan kerusakan kecil. Selain itu, pasar juga mulai fokus pada sentimen negatif ringan seperti melemahnya permintaan minyak global, meningkatnya cadangan minyak, dan menguatnya USD.

Seperti dikutip AP harga minyak mentah jenis light sweet pada perdagangan Selasa 2 September waktu setempat, merosot USD5,75 menjadi USD109,71 per barel setelah sempat berada di level USD105,46. Sedangkan harga minyak mentah jenis Brent anjlok USD1,07 menjadi USD108,34 per barel. Di London, harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Oktober turun USD1,07 menjadi USD108,34 per barel.

"Badai yang berkekuatan besar untuk mengubah arah pergerakan harga minyak mentah dan Gustav tak melakukannya," kata Analis Senior di Caprock Risk Management Chris Jarvis, di Hampton Falls, New Hampshire, Rabu (3/9/2008).

Gustav memang menerjang sejumlah fasilitas produksi minyak AS di Teluk Meksiko, namun kerusakan yang ditimbulkannya tak terlalu signifikan.

Para pelaku pasar memang cukup khawatir dengan badai tropis karena mereka memiliki pengalaman buruk ketika Badai Katrina dan Rita meluluhlantakkan industri minyak AS pada 2005, yang merusak lebih dari 100 tambang lepas pantai dan menutup sejumah kilang besar selama berbulan-bulan.

Namun, setelah badai Gustav mereda bukan berarti semuanya akan kembali terkendali. Ada ancaman baru yakni, badai Josephine. Kabarnya, fenomena alam ini yang sudah terbentuk di lepas pantai Afrika Barat, sejak Selasa kemarin. (rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4