Sektor Riil


Kadin Desak Investor China Bangun Pabrik Pengolahan

Kamis, 4 September 2008 - 13:05 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak investor China untuk membangun industri pengolahan di Indonesia.

"Kita harapkan mereka tidak hanya membeli barang-barang mentah seperti komoditas pertanian, tapi mereka juga kita minta untuk mulai beli barang-barang olahan. Bahkan kita ajak mereka ikut bangun pabrik pengolahan," ujar Ketua Umum Kadin MS Hidayat di Jakarta usai Penandatanganan Kontrak Kerjasama Indonesia-China di Shangrila Hotel, Jakarta, Kamis (4/9/2008).

Hidayat mengatakan, hal itu perlu dilakukan agar bisa memberikan manfaat yang lebih tinggi bagi masing-masing pihak. Menurutnya, selama ini China diuntungkan oleh komoditas ekspor bahan-bahan mentah/nonolahan. "Selama ini kita hanya menikmati sedikit manfaat dengan bahan belum olahan," tandasnya.

Data Departemen Perdagangan menyebutkan, nilai kerjasama perdagangan Indonesia-China terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2006, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD14,9 miliar, meningkat menjadi USD18,2 miliar, dan Januari-Maret 2008 USD6,5 miliar.

Dilihat dari ekspor impor, nilai ekspor China ke Indonesia mencapai USD9,2 miliar atau 1,1 persen dari total ekspor China sebesar USD878,4 miliar. Sedangkan nilai impornya dari Indonesia mencapai USD9,35 miliar atau 1,35 persen dari total nilai impor China. (Zaenal Muttaqin /Sindo/ade)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4