JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menegaskan sikap pemerintah Indonesia yang akan merenegosiasi kontrak penjualan LNG Tangguh kepada pemerintah China.
Hal tersebut dipaparkan SBY saat menerima kunjungan Sekjen Partai Komunis China, Wang Yang di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (4/9/2008).
"Presiden menyinggung soal Tanguh, bahwa kita ingin terus melakukan kerja sama penjualan LNG ke Fujian, China. Namun kita mencatat adanya perubahan situasi, kita ingin agar dapat disesuaikan harga penjualan minyak kita ke China," ujar Juru Bicara Kepresidenan Dino Patidjalal, dalam keterangan persnya.
Namun, Wang Yang enggan menyampaikan komentar terkait penegasan Presiden tersebut. Menurut Dino, hal tersebut telah dibahas di tingkatan yang lebih tinggi antara Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dan Wapres China beberapa waktu lalu.
"Tanggapannnya, harus dimengerti beliau ini Sekjen dari Guangdong, bukan dari Fujian. Hal ini dicatat karena sudah ditangani di tingkat yang lebih tinggi. Tapi tadi penekanan kembali oleh Presiden kepada Wang Yang," imbuh Dino.
(rhs)