JAKARTA - Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 9,25 persen dari sebelumnya sembilan persen, bakal lebih menyulitkan dunia usaha.
"Ini berarti terjadi tight money policy. Kredit menjadi semakin mahal. Seharusnya BI menahan dulu, supaya tight money policy tidak terjadi dan orang masih bisa leluasa melakukan pinjaman dengan suku bunga yang reasonable," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat menjawab pertanyaan okezone usai membuka kerja sama ekonomi China-Indonesia, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (4/9/2008).
Menurut Hidayat, BI seharusnya tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada level sembilan persen. Peluang kenaikan suku bunga, jelasnya, sebaiknya dilakukan Desember 2008 dengan melihat potensi inflasi yang lebih tinggi dalam beberapa waktu mendatang.
"Kalau bisa sampai Desember ditahan. Tapi kalau memang keadaan inflasinya tetap tinggi, Desember bisa dinaikin sedikit. Tapi kami tetap prepare dengan yang sekarang. Kalau bisa. Sebab inflasi lebaran tinggi, bisa lah sedikit dinaikin," paparnya.
(Zaenal Muttaqin /Sindo/rhs)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad