JAKARTA - Kredit Pemilikan Rumah (KPR) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), hingga akhir Juli 2008 mencapai Rp6,6 triliun. KPR tersebut tumbuh sekira 39 persen dari yang periode sebelumnya pada Januari lalu sebesar Rp4,7 triliun.
"Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, posisi outstanding BNI meningkat sekira 50-60 persen," ucap Direktur Konsumer BNI Darwin Suzandi, saat penandatanganan MoU dengan Lippo Group, di Plaza Semanggi, Sudirman, Jakarta, Kamis (4/9/2008).
Dia mengungkapkan, pertumbuhan ini memang terlihat wajar. Karena kredit pemilikan rumah dan apartemen BNI Griya merupakan salah satu produk BNI yang mengalami pertumbuhan pesat.
Selain itu, pertumbuhan tersebut juga didukung oleh adanya peningkatan kualitas layanan dan inovasi produk serta dengan implementasi yang terintegrasi, membuat proses aplikasi BNI Griya menjadi lebih mudah dan cepat.
Menurut Darwin, pertumbuhan KPR sebesar Rp6,6 triliun yang didapat BNI saat ini, tidak dominasi oleh pembiayaan di satu kelas saja. Karena, kontribusinya merata di setiap kelas.
"Semisal berapa persentase pertumbuhan KPR kelas menengah itu sangat relatif. Namun yang pasti, pengucuran KPR yang dilakukan BNI lebih sering berada pada range Rp125 juta-5 miliar," ucapnya.
(ade)