Surat yang ditulis Lipsky (ist)
NEW YORK - The New York Sun, surat kabar yang diluncurkan enam tahun lalu sebagai alternatif bagi harian The New York Times, akan menghentikan penerbitannya pada akhir September.
Pimpinan harian berhaluan konservatif ini, Seth Lipsky, dalam surat kepada pembaca menyebutkan perusahaan kehilangan banyak uang. Kerugian yang dialami terjadi lantaran terus menurunnya jumlah pemasang iklan akibat krisis ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat.
"Kerugian kami, yang jumlahnya sangat besar, sejauh ini telah ditutupi oleh kelompok investor yang bisa kami sebut sebagai pahlawan. Dan mereka tengah bersiap untuk melanjutkan perusahanaan dengan modal baru," tulis Lipsky seperti dikutip Reuters, Kamis (4/9/2008).
"Namun seiring peningkatan biaya dan pasar iklan untuk surat kabar semakin ketat, menjaga The Sun tetap hidup dan melangsungkan bisnis membutuhkan investor tambahan di luar kelompok usaha sendiri," akunya.
"Dalam beberapa bulan ini kami telah berdiskusi dengan sejumlah pemilik surat kabar dan investor potensial mengenai kemungkinan kombinasi atau hubungan investasi," tulis Lipsky dalam surat itu.
"Beberapa pembicaraan masih berlanjut. Tidak ada kepastian diskusi kami akan berhasil, namun kami tetap berharap," imbuh dia.
Sayangnya surat itu tidak menyebut berapa angka yang dibutuhkan perusahaan. Namun sumber di harian itu menyebutkan dana yang dibutuhkan sedikitnya USD10 juta. Redaktur Pelaksana The New York Sun Ira Stoll yang dikonfirmasi menolak berkomentar tentang angka tersebut. Dia juga enggan menyebut investor atau penerbit yang diajak berdiskusi.
Saham The New York Sun antara lain dimiliki oleh Lipsky, Stoll, dan sekelompok investor yang tidak disebutkan. Dalam laporan sebelumnya disebutkan pengusaha seperti Michael Steinhardt dan Bruce Kovner sebagai salah satu investor.
Harian ini terbit lima kali dalam sepekan dan memiliki oplah sekira 70.000, jauh lebih rendah dibandingkan jutaan eksemplar yang dicetak The New York Times.
Tidak seperti Times, yang beritanya mencakup Amerika Serikat dan memiliki korespondensi di berbagai penjuru dunia, Sun fokus pada berita di seputar Kota New York, meski juga memberitakan isu politik, kebijakan luar negeri, dan seni.
(jri)