JAKARTA - Kegiatan ekonomi sektor riil makin tertekan seiring kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 9,25 persen dari sebelumnya 9 persen.
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa mengungkapkan, kenaikan suku bunga acuan 25 bps akan berdampak pada kenaikan suku bunga kredit sekitar 50 - 75 bps. "Dengan kondisi ini maka sektor riil akan semakin tertekan," ujar Erwin menjawab pertanyaan okezone, di Jakarta, Jumat (5/9/2008).
Menurut Erwin, dampak langsung kenaikan suku bunga tersebut adalah terhambatnya kegiatan investasi dan berhentinya laju ekspansi sektor trading akibat beban modal kerja akan semakin meningkat. "HIPMI yang mayoritas anggotanya bergerak di sektor trading dan investasi pasti akan terkena dampak langsung kenaikan SBI ini," paparnya.
Erwin menjelaskan, setiap kali kenaikan suku bunga acuan automatis akan diikuti kenaikan cost of fund perbankan untuk pendanaannya. Kenaikan cost of fund akan meningkatkan suku bunga kredit. Kondisi terakhir suku bunga kredit perbankan berkisar 14-16 persen.
Bagi HIPMI, tambah Erwin, suku bunga kredit yang ideal dan maksimal harusnya berada pada kisaran 15 persen hingga akhir tahun ini. Dengan ekspetasi ini, maka suku bunga ideal adalah maksimum diturunkan kembali di level sembilan persen hingga akhir tahun ini.
(Zaenal Muttaqin /Sindo/rhs)
Sektor Riil
HIPMI: Sektor Riil Makin Tertekan
Jum'at, 5 September 2008 - 10:00 wib
Berita Lain
-
Rabu, 15/10/2008 14:10
Pertamina Ingin Tambah Kepemilikan di West Madura -
Rabu, 15/10/2008 13:10
Harga ICP Tak Turun, BBM Ikut-Ikutan -
Rabu, 15/10/2008 12:10
Harga Jual Turun Drastis
Petani Kopi, Sawit, & Kakao di Lampung Menjerit -
Rabu, 15/10/2008 11:10
GKBI Protes Peredaran Batik China -
Rabu, 15/10/2008 11:10
Korea Desak Perpanjangan Kontrak LNG RI -
Rabu, 15/10/2008 10:10
Proyek Pembangkit Listrik Berpotensi Diambil Asing -
Selasa, 14/10/2008 14:10
Krisis Ekonomi Global
Apersi: Sektor Properti Masih Aman -
Selasa, 14/10/2008 12:10
Imbas Krisis Global
Program untuk Daerah Tertinggal Dikhawatirkan Terhambat -
Selasa, 14/10/2008 10:10
Pelaku Usaha Optimistis Hadapi Krisis -
Senin, 13/10/2008 20:10
Ekspor Perikanan Oktober-Desember Tak Menentu