JAKARTA - Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg beberapa hari lalu, ternyata tidak mengurangi tingkat konsumsi terhadap elpiji ukuran ini. Justru, tingkat pembelian meningkat lima persen dibandingkan sebelumnya.
"Biasanya total pembelian elpiji 85 ribu ton per bulan. Pada Agustus meningkat menjadi 87-88 ton per bulan," papar Dirut Pertamina Ari Soemarno usai Salat Jumat, di Gedung Pertamina, Jakarta, Jumat (5/9/2008).
Dia mengatakan, kenaikan tersebut karena banyak masyarakat berpenghasilan menengah yang biasanya menggunakan minyak tanah terpaksa beralih ke elpiji 12 kg. Adapun mereka bukanlah masyarakat yang memperoleh subsidi minyak tanah. "Jadi peningkatannya cukup signifikan," katanya.
Ari pun memaparkan, untuk mengatasi peningkatan ini, pemerintah akan kembali melakukan impor tabung elpiji 12 kg karena produsen dalam negeri sedang berkonsentrasi untuk pengadaan tabung 3 kg. "Belum tahu impornya berapa," pungkasnya.
(ade)