JAKARTA - PT Pertamina akan menghitung kembali dividen Pertamina yang akan disetorkan ke pemerintah pada 2008. Penghitungan kembali ini menyusul larangan pemerintah terhadap Pertamina untuk menaikkan harga elpiji.
Dirut Pertamina Ari Soemarno mengatakan, Pertamina saat ini tengah membutuhkan dana untuk industri di hulu. "Kita hitung-hitungan lagi, karena kita butuh juga untuk investasi. Jangan sampai terganggu, supaya pertumbuhan dan perkembangan perusahaan ini tetap terjaga," ujarnya usai Salat Jumat, di Gedung Pertamina, Jakarta, Jumat (5/9/2008).
Ari mengatakan, saat ini keuntungan Pertamina 80 persen terkontribusi di kegiatan hulu, dan sisanya dari kegiatan hilir.
Sementara dari sisi pendapatan, hilir menyumbang hampir 85 persen dari total pendapatan Pertamina. "Jadi hulu harus nombok ke hilir. Kita lihat lagi perimbangannya. Semoga tidak mempengaruhi dan kita bisa memenuhi dividen untuk pemerintah," jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan Pertamina untuk mengembalikan harga elpiji ke harga normal, baik ukuran tabung 3 kilogram maupun 12 kilogram. Yakni dengan cara menyuplai ke pasar sebanyak-banyaknya.
Adapun, mengenai kurangnya pendapatan Pertamina setelah kenaikan elpiji dibatalkan, hal tersebut bisa dikompensasi dari pengurangan setoran dividen Pertamina ke kas negara.
(ade)