JAKARTA - Pelambantan pergerakan indeks saham pada perdagangan Kamis 4 September kemarin, berpotensi kembali terjadi. Menyusul labilnya saham global.
Sentimen negatif kenaikan BI rate sebesar 25 basis poin dari 9 persen menjadi 9,25 persen berpotensi memberatkan laju indeks pada perdagangan Jumat (5/9/2008).
Berikut analisa saham dari perushaan sekuritas:
Optima Investama
Indeks terkoreksi 40 poin kelevel 2.075 akibat profit taking di sektor pertambangan, perdagangan dan infrastruktur.
Keputusan Bank Indonesia kembali menaikkan BI rate 25 bps kelevel 9,25 persen menambah sentimen negatif ke sektor perbankan. Indeks menunggu sentimen positif dari harga minyak dan komoditas.
Indeks selanjutnya diperkirakan bergerak dilevel 2.030-2.090 dengan pilihan saham: PT Timah Tbk (TINS), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP), dan PT Apexindo Duta Pratama Tbk (APEX).
Trimegah Securities
Minimnya dorongan positif serta tekanan pelemahan terhadap saham-saham komoditas tambang dikhawatirkan akan berlanjut pada perdagangan hari ini. Hal ini seiring dengan terbukanya potensi menguji support level 2.035, serta peluang penetrasi level harga terendah tahun ini.
Diharapkan dengan meredanya tekanan terhadap harga minyak dunia dapat memberikan peluang bagi IHSG untuk bergerak pada kisaran fibonacci ratio 23,6 persen atau pada interval 2.080 - 2.115
(rhs)