JAKARTA - Amburadulnya indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terjadi pada perdagangan pagi ini merupakan perpanjangan dari buruknya performa indeks global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (5/9/2008) sampai dengan pukul menjelang penutupan sesi I Jumat (5/9/2008), indeks turun 71,64 poin atau 3,45 persen ke posisi 2.003,59.
Menurut Direktur Bhakti Capital Securities Budi Ruseno, hal tersebut terjadi akibat tekanan penurunan harga minyak dan ambruknya Wall Street pada perdagangan tadi malam.
"Indeks kembali anjlok diakibatkan teknikal cenderung turun. Faktor eksternal yang didukung oleh 22 persen market capital dikuasai oleh sektor minning dan agribisnis dunia serta harga minyak yang bergerak melorot di bawah USD108 per barel dan Wall Street yang makin nggak karuan," ujar Direktur PT Bhakti Capital Securities Budi Ruseno, saat dihubungi okezone, Jumat (5/9/2008).
Dia menambahkan, faktor lain yang menjadi pendorong anjloknya IHSG diakhir penutupan sesi I ini, karena faktor internal. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang kenaikkan suku bunga. "Ini juga akibat kenaikan suku bunga yang tinggi, sehingga berdampak ke semua sektor" ujarnya.
Budi berharap, sampai penutupan perdagangan di akhir pekan ini, diharapkan tetap di atas posisi aman sekitar 2.000 poin.
(rhs)