JAKARTA - PT Sekar laut Tbk (SKLT) menghentikan produksinya selama seminggu akibat mengalami kebakaran pada beberapa gudangnya.
Kebakaran tersebut terjadi pada 4 September lalu. Namun perseroan masih belum tahu berapa kerugian yang terjadi akibat kebakaran dan penghentian produksi tersebut. "Produksi diperkirakan baru akan bisa berjalan lagi minggu depan," ujar Direktur Sekar Laut John Gozal, dalam laporannya di keterbukaan informasi BEI, di Jakarta, Jumat (5/9/2008).
John mengatakan, kebakaran tersebut terjadi pada empat gudang di lokasi pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur. Gudang-gudang tersebut berisikan bahan baku, bahan pembantu, sebagian barang jadi, dan bagian produksi penggorengan. Adapun jumlah kerugian, kata Gozal, belum diketahui dan masih diperhitungkan.
Hingga semester I-2008, perseroan masih memiliki pertumbuhan positif dengan pendapatan bersih mencapai Rp157,42 miliar, atau naik 48,62 persen dari Rp105,8 miliar pada periode sama tahun lalu. Sementara laba bersih perseroan selama pertengahan tahun ini mencapai Rp2,29 miliar, atau naik 69,63 persen dari Rp1,35 miliar periode sama tahun lalu.
Sekadar diketahui, SKLT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan produk kelautan di kota Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan ini mengawali usaha di 1966, kemudian kemudian berkembang menjadi usaha krupuk udang tradisional. Dengan kegigihan usaha yang dirintis berkembang pesat dari industri rumah tangga menjadi perusahaan penghasil krupuk.
Pada 19 Juli 1976, SKLT menjadi perseroan terbatas dan kemudian terdaftar resmi sebagai badan perusahaan di departemen kehakiman pada 1 Maret 1978.
(Juni Triyanto /Sindo/ade)