JAKARTA - PT Intiland Development Tbk (DILD) segera kembangkan Ngoro Industrial Park (NIP) tahap 2 seluas 240 hektare (ha) di Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur. Pengembangan kawasan industri modern ini akan dimulai pada kuartal IV-2008, dengan tahap awal kebutuhan dana pegembangan diperkirakan sebesar USD2 juta.
"Sebagian dari dana yang diperlukan tersebut berasal dari operating cash flow NIP sendiri. Kami juga tetap mengeksplorasi segala kemungkinan sumber pendanaan yang terbaik untuk NIP," ujar Corporate Secretary Intiland Theresia Rustandi, di Jakarta, Jumat (5/9/2008).
Menurut Theresia, pengembangan NIP tersebut terkait banyaknya permintaan para investor pada semester I-2008. Investor banyak berasal dari asing, antara lain: Taiwan, Korea dan China. Sebagai tahap awal, perseroan akan mengembangkan lahan seluas 100 ha. Adapun pengerjaan tahap awal tersebut akan dimulai pada akhir tahun 2008.
Seperti diketahui, untuk pengerjaan NIP tahap I sudah hampir selesai. Pembangunan kawasan industri terpadu ini sudah dimulai sejak 1996. Proyek tersebut, merupakan kerjasama antara Intiland dengan RSEA Taiwan dengan keseluruhan total luas lahan NIP jika tahap pertama dan kedua digabungkan adalah 460 ha.
NIP didesain sebagai kawasan industri yang modern dan lengkap dengan infrastruktur dan fasilitas yang mendukung kebutuhan industri. Keunggulan utama NIP adalah pada tersedianya sumber energi gas alam sehingga penggunaan energi di NIP bisa sangat efisien untuk pengolahan industri. "Ini menjadi keunggulan, mengingat energi listrik masih menjadi persoalan bagi kita," terang Theresia.
Saat ini, NIP menjual lahan industri kepada investor dengan luas minimum 5.000 m2 (meter persegi). Selain itu NIP juga menyewakan standard factory building/warehouse dengan luas antara 1.000-5.000 meter persegi. "Saat ini sudah beroperasi lebih dari 60 industri dari berbagai negara di NIP," jelasnya.
Di samping itu, kebanyakan industri penggunanya berasal dari Inggris, Belanda, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Swiss dan Taiwan. Sementara jenis industrinya adalah keramik, pemrosesan tembakau, industri makanan, perkayuan, sanitary ware, gitar elektrik, kantong kertas, kabel, perhiasan, produk kebersihan, serta produk kimia.
(Juni Triyanto /Sindo/ade)