Majalah Forbes belum lama ini bahkan menobatkan Indra Krishnamurthy Nooyi, 53, sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia dalam bidang bisnis. Oleh Forbes, Nooyi ditempatkan di peringkat ketiga dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia tahun ini. Nooyi hanya kalah oleh Kanselir Jerman Angela Merkel di peringkat pertama dan Chairman Federal Deposit Insurance Corp Sheila C Bair di peringkat kedua.
"Nooyi terus membesarkan PepsiCo, perusahaan raksasa makanan dan minuman senilai USD39 miliar, melalui penawaran produk baru dan akuisisi. Dia berhasil melakukan ekspansi utama ke pasar internasional, terutama sukses dalam akuisisi senilai USD1,4 miliar atas 75% saham perusahaan raksasa pembuat jus dari Rusia, Lebedyansky," ungkap Forbes.
Keberhasilan Nooyi memang luar biasa. Dia dapat terus berekspansi ke pasar internasional di saat pasar Amerika untuk soda dan makanan ringan menurun. Saat ditanya tentang rahasia keberhasilannya, Nooyi menjelaskan bahwa dia terus melakukan yang terbaik untuk PepsiCo. Salah satu terobosan Nooyi adalah mengurangi lemak dan kalori dalam semua produk makanan dan minuman serta mendorong gaya hidup sehat dan aktif.
Dengan demikian,Nooyi berharap dapat membantu mengatasi masalah epidemi global obesitas. "Tetap fokus di inti dan jiwa bisnis kami akan menjadi kunci utama keberhasilan," papar Nooyi. Perempuan kelahiran 28 Oktober 1955 di Madras, India,itu mendapatkan gelar MBA dari Indian Institute of Management pada 1978. Karier pertamanya dirintis di perusahaan Johnson & Johnson and Mettur Beardsell di India. Saat itu posisi Nooyi adalah manajer produk.
Rasa hausnya akan pengalaman membuatnya berpindah-pindah kerja. Pada 1980-1986, dia bekerja di Boston Consulting Group. Lalu pada 1986-1988 bekerja di Motorola. Sekeluar dari Motorola dia berlabuh di Asea Brown Boveri.Kemudian pada 1994 Nooyi pindah kerja ke PepsiCo.
Tampaknya Nooyi menemukan kenyamanan saat bekerja di PepsiCo sehingga dia tetap berada di perusahaan itu hingga menggapai posisi puncak. Dalam waktu sepuluh tahun sejak bergabung di PepsiCo, Nooyi telah menduduki posisi eksekutif nomor dua. Saat itu PepsiCo berada di peringkat kedua terbesar di dunia untuk kategori perusahaan pembuat minuman ringan dengan nilai penjualan USD27 miliar.
Dia terus memainkan peran strategis di PepsiCo. Kini PepsiCo di bawah kepemimpinannya masih menyimpan tekad untuk mengalahkan lawan terberatnya, Coca-Cola Company. Bagi Nooyi, hal itu bukan mustahil. Nooyi lahir dari keluarga kelas menengah India. Jika sebagian besar gadis muda India tinggal di rumah, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, Nooyi memilih bermusik melalui band rock yang seluruh personelnya perempuan.
Jika tidak bermusik, dia bermain kriket. Saat bekerja di Johnson & Johnson and Mettur Beardsell, Nooyi tertarik dengan iklan sekolah di Yale School of Management, Yale University. Dia pun mencoba mendaftar. Nooyi terkejut karena dia diterima di sekolah tersebut dan mendapat gelar master of public and private management dari Yale University pada 1980. Yang lebih membuat Nooyi terkejut adalah ketika orangtua mengizinkannya berpindah kewarganegaraan menjadi warga Amerika Serikat (AS). Kedua orangtuanya ternyata mendukung.
(Syarifudin/Sindo/rhs)
ekonomi global
Sukses Perluas Pasar melalui Akuisisi
Jum'at, 5 September 2008 - 08:32 wib
Berita Lain
-
Rabu, 15/10/2008 12:10
Cadangan Devisa China USD2 Triliun -
Rabu, 15/10/2008 12:10
Resesi Mengancam Jerman -
Rabu, 15/10/2008 11:10
The Fed: Ekonomi AS Akan Alami Resesi -
Rabu, 15/10/2008 09:10
BOJ Kembali Suntikkan 1,2 T Yen -
Rabu, 15/10/2008 08:10
Dow Jones Ditutup Terkoreksi 76 Poin