ekonomi global


Emas Hitam Kian Langsing di USD106

Sabtu, 6 September 2008 - 09:32 wib
text TEXT SIZE :  
Candra Setya Santoso - Okezone
Pialang Nymex (foto: Reuters)

NEW YORK - Harga minyak semakin merosot tajam. Si emas hitam tidak mampu menghadapi lemahnya permintaan karena sebagian besar warga AS lebih memilih berhemat bahan bakar, agar bisa menyisihkan uang belanja untuk keperluan yang lain.

Fenomena ini merupakan akibat tingkat pengangguran Agutus yang meningkat. Departemen Tenaga Kerja melaporkan peningkatan itu terjadi dalam delapan bulan berturut-turut dan melampaui ekspektasi pasar.

Tingkat pengangguran Agustus naik menjadi 6,1 persen dari Juli yang sebesar 5,7 persen. Data itu lebih tinggi dibanding perkiraan analis yang memproyeksikan pengangguran di level 5,8 persen.

"Selain itu pasar minyak juga khawatir dengan penurunan permintaan global," ujar Senior Vice President of Risk Management di MF Global LLC John Kilduff,  seperti dikutip Associated Press (AP), Sabtu (6/9/2008).

Hal itu membuat harga minyak jenis light sweet untuk pengiriman Oktober turun USD1,66 menjadi USD106,23 per barel di New York Mercantile Exchange level terendah sejak awal April. Pada perdagangan Jumat 5 September waktu setempat, harga minyak mentah sempat menyentuh level USD105,13 per barel.

Sejak melonjak ke level tertinggi USD147,27 per barel pada 11 Juli, harga minyak mentah sudah anjlok lebih dari USD40, atau lebih dari 27 persen.

Sementara di London, harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Oktober turun USD2,21 menjadi USD104,09 per barel.

Namun, ada kemungkinan harga minyak akan kembali melonjak jika melihat terbentuknya sejumlah badai di Atlantik dan juga rencana OPEC menurunkan tingkat produksi untuk menjaga kestabilan harga. (rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4