Dengan skala penjualan sebesar itu, kontribusinya terhadap total penjualan Mercedes-Benz Indonesia cukup lumayan, yakni mencapai 20 persen. Selama tahun lalu saja, perusahaan ini mampu menjual 2.167 passenger vehicle (mobil). Dengan penjualan sebanyak itu Mercedes berhasil menguasai 70 persen pangsa pasar mobil mewah di negeri ini.
Nah, seiring dengan tren permintaan bus yang terus meningkat, kata Rudi, mulai tahun ini pihaknya akan mendongkrak stok bus lebih banyak lagi. Dengan kiat ini, targetnya, Mercedes bisa mendongkrak pangsa pasar di jalur bus menjadi 50 persen, atau setidaknya bisa menjual sebanyak 600 unit.
Hanya saja, untuk memenuhi target setinggi itu, bukanlah perkara mudah. Itu, bila mengingat iklim persaingan di jalur ini tergolong cukup ketat. Pasalnya, banyak pemegang merek lainnya yang tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Terutama perlawanan dari Hino. Produk bus dari Indomobil Group ini, sampai saat ini masih bertahan sebagai penguasa pasar. Omzetnya mencapai 45 persen dari total penjualan bus per tahun. Sementara Mercedes menempati urutan kedua dengan pangsa sebesar 40 persen.
Yang tak kalah menariknya adalah persaingan di kalangan merek kebanyakan, ternyata Hyundai berhasil mengungguli merek-merek lain yang sebenarnya sudah lebih dikenal oleh pasar di sini, seperti Nissan, Dyna (Toyota), Mitsubishi, atau Volvo. Produk bus asal Korea itu kini menduduki peringkat ketiga dengan pangsa sebesar 5 persen.
Kendati persaingannya tergolong ketat, tapi itu tak menyurutkan ambisi Mercedes untuk menyodok ke puncak. Untuk itu, manajemen Mercedes Benz Indonesia telah menyiapkan sejumlah jurus ampuh. Salah satunya yang tergolong spektakuler, mereka tengah berancang-ancang mendirikan industri perakitan di sini. Dengan rencananya ini, diperkirakan akan menyedot investasi sebesar 10 juta euro, Mercedes bertekad menjadikan Indonesia sebagai basis bagi industri busnya, yang pemasarannya meliputi kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, serta Afrika.
Ada sejumlah pertimbangan yang memotivasinya. Selain sudah berpengalaman berinvestasi di sini, juga mengingat potensi yang dimiliki negeri ini, yakni pasar dengan skala yang begitu menggiurkan. Sebagai negeri dengan populasi penduduk sangat besar dan wilayah sangat luas, Indonesia patut digolongkan sebagai pasar bermasa depan sangat cerah bagi industri kendaraan berpenumpang seperti bus. Jika memang begitu, mengapa tidak segera direalisasikan.
(Trust//rhs)