BALIKPAPAN - Operasi pasar (OP) tabung gas elpiji isi 12 kg di kecamatan Balikpapan Selatan, Selasa (9/9/2008) siang tidak tepat sasaran. Pasalnya warga yang mengantre juga banyak di antaranya sebagai pengecer.
Dari pantauan di depan gedung Pusat Kegiatan Islam Balikpapan, selain warga dari kalangan rumah tangga ikut mengantre pula para pengecer gas elpiji. Padahal sebelumnya pertamina UPMS VI mengatakan operasi pasar gas elpiji ini digelar untuk menjawab keresahan warga akibat mahal dan langka gas elpiji dipasaran.
Salah seorang pengecer yang ikut mengantre, Yeni mengatakan, akan menjual kembali dua tabung gas yang diperolehnya dari operasi pasar tersebut. "Ya sengaja ikut antre, nanti kita jual dengan harga Rp80 ribu per tabung. Kan jarang OP elpiji seperti ini," ujarnya.
Dalam Operasi pasar ini juga diterjunkan pemantau dari Disperindagkop Balikpapan. Namun tidak ada sistem pengawasan dilakukan, semua orang bebas membeli tabung gas antara 1 hingga 3 tabung perorang dengan catatan memiliki KTP Balikpapan.
Supriyanto, petugas pengawas OP mengatakan, OP elpiji ini khusus bagi warga bukan untuk pengecer, karena itu mereka yang membeli diharuskan membawa KTP. "Ya cuma kita minta tunjukan KTP saja," katanya.
Harga gas elpiji 12 kg dibanderol dalam OP Rp74 ribu pertabung, di luar itu harga eceran di tingkat konsumen sudah mencapai Rp80 ribu pertabung.
(mbs)