Finance


Isu Telkom Akuisisi TV Nasional

Ryan Kiryanto: Telkom Mampu Bisnis TV

Kamis, 11 September 2008 - 11:27 wib
text TEXT SIZE :  
Candra Setya Santoso - Okezone

JAKARTA - Kabar perusahaan raksasa telekomunikasi, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), akan mengaikusisi televisi nasional bisa saja benar adanya. Pasalnya, dilihat dari kemampuan bisnisnya di Tanah Air, sudah tidak dipungkiri lagi.

"Telkom cukup mampu dalam mengembangkan bisnisnya. Apalagi hanya ke arah bisnis pertelevisian," kata Ekonom Senior Bank BNI Ryan Kiryanto, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Kamis (11/9/2008).

Menurutnya, suatu perusahaan kelas kakap seperti Telkom dimungkinkan berekspansi melalui dua kategori, yakni organik maupun nonorganik. Ryan menilai, akuisisi stasiun televisi termasuk kategori nonorganik. Apalagi, pangsa pasar serta jaringan Telkom sudah sangat menggurita hingga ke pelosok Indonesia. "Jika ditinjau dengan kebutuhan akan media, ini menjadi sangat bagus," imbuhnya.

Namun, jika emiten bursa berkode TLKM ini benar akan mencaplok stasiun televisi, maka diperlukan usaha yang tidak mudah. Diperlukan lobi besar-besaran guna memuluskan aksi korporasinya tersebut. Sebab, saat ini Telkom merupakan perusahaan yang masih dikuasai pemerintah.

Sekarang, yang menjadi pertanyaan adalah, televisi mana yang akan diakuisisinya? Jika dirunut, saat ini peta industri pertelevisian Tanah Air sifatnya berkoloni. Nyatanya, stasiun televisi RCTI, TPI dan Global TV dikuasai PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), stasiun televisi SCTV dan O Channel dikuasai PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), kemudian TransTV dan Trans7 dikuasai Trans Corp Hanya tinggal JakTV dan TVRI saja yang masih berdiri sendiri-sendiri.

Hitung-hitungannya, kalau Telkom akan mengakusisi sesama perusahaan pelat merah yakni TVRI, maka akan kental bernuansa politik. "Perlu ada pendekatan khusus, perlu persetujuan DPR serta pihak terkait dalam hal ini. Kalau mengakuisisi televisi swasta, saya yakin itu sah-sah saja, apalagi dari sisi keuangan dan core bisnis Telkom memang ke arah itu kan?," jelasnya.

Menurut dia, secara fundamental guna memproyeksikan biaya akuisisi stasiun televisi terestrial nasional berkisar lebih dari Rp2 triliun. Tapi semuanya masih tergantung dari media mana yang akan dikuasainya.

"Saya yakin dengan kejayaan Telkom sekarang, Telkom mampu mengakuisisi perusahaan manapun. Kita tunggu saja nanti," tutupnya. (rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4