JAKARTA - Belum apa-apa PT Pertamina (Persero) sudah menyatakan tidak akan dapat untung pada tahun depan. Hal ini bermuara dari berkurangnya pemberian subsidi yang diberikan pemerintah dalam RAPBN 2009.
"Pertamina sih sanggup saja (dengan kondisi pengurangan subsidi). Tapi untungnya enggak ada. Kemungkinan besar kita malah rugi. Nanti kita tinggal lapor saja ke pemegang saham," ujar Dirut Pertamina Ari Soemarno dengan pasrah, usai Salat Jumat, di Gedung Pertamina, Jakarta, Jumat (12/9/2008).
Sebelumnya, DPR telah menyepakati bahwa subsidi BBM tahun depan dalam RAPBN 2009 akan berkurang menjadi Rp100,6 triliun atau turun 20 persen dari subsidi APBN-P 2008 sebesar Rp126,8 triliun.
Adapun total konsumsi BBM sebesar 36,9 juta kiloliter (kl) atau naik 3 persen dari APBNP 2008 yakni 35,6 juta kl. Angka ini mengalami penurunan 13 persen dari usulan awal pemerintah Mei lalu dalam Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal/PPKF 2009, yakni sebesar 32,6 juta kl.
Seperti diketahui, subsidi BBM terdiri dari jenis premium 19,4 juta kl, minyak tanah 5,8 juta kl, solar 11,6 juta kl, dan konversi minyak tanah ke LPG sebesar 4 juta kl.
Hal tersebut tertuang dalam hasil rapat panja asumsi RAPBN 2009 dan Panitia Anggaran DPR 10 dan 11 September 2008.
(ade)