JAKARTA - Salah satu jalan keluar yang harus dilakukan maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines dalam menangani persoalan biaya adalah melepaskan sebagian kepemilikan modalnya melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO).
Namun, langkah ini baru bisa dilakukan pada tiga atau empat tahun mendatang. "Perusahaan itu (Merpati) harus memperkuat struktur modalnya. Satu satunya jalan harus go public, harus IPO," ujar Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Mohammad Syahrial, usai buka puasa bersama di Gedung PPA, Jakarta, Kamis (11/9/2008) malam.
Syahrial berpendapat, jika Merpati hanya fokus pada modal yang sekarang dikantonginya, maka burung baja pelat merah ini akan semakin jatuh. Di sisi lain, jika menggunakan pendanaan asing akan sangat memberatkan.
Sehingga, pendanaan dari dalam negeri harus lebih diutamakan. "Pokoknya dana dalam negeri, kan bisa institusi BUMN dalam negeri lainnya ikut partisipasi," pungkasnya.
(rhs)