Finance


BNI Tunda Pencairan Kredit Infrastruktur

Jum'at, 12 September 2008 - 15:27 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk menunda pencairan kredit di sektor korporasi, terutama infrastruktur akibat tingginya biaya modal, penyesuaian suku bunga kredit dan ketatnya likuiditas perbankan.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk Gatot M Suwondo mengatakan, perbankan menahan laju pengucuran kredit ke sektor korporasi, termasuk pembiayaan infrastruktur. Hal ini disebabkan oleh tingginya risiko kredit macet yang dihadapi oleh bank.

"Pasar masih belum kondusif dan sebaiknya untuk jangka waktu tertentu, penyaluran kreditnya ditunda dulu. Kalau memang mau dikucurkan (pengenaan bunga) disesuaikan dengan harga pasar sekarang. Namun, kita masih akan melihat debitor bisa mengembalikan atau tidak," jelas Gatot di Jakarta, baru-baru ini.

Gatot menuturkan perseroan segera menyesuaikan suku bunga kredit ke semua sektor sebesar satu persen, termasuk untuk kredit sektor infrastruktur untuk pembangunan pembangkit listrik 10 ribu MW PLN senilai USD100 juta.

"Ini kan memakai juga suku bunga komersial, kalau mereka mau ya jalan, tapi sebaiknya ditunda dulu mengingat kondisi pasar saat ini Apalagi saat ini perbankan membutuhkan likuditas sehingga perbankan akan berhati-hati dalam menyalurkan kredit," paparnya.

Gatot menambahkan, outstanding kredit BNI mencapai Rp103 triliun dan target kredit Rp107 triliun. Selain itu sampai Juni  2008, kredit yang belum ditarik BNI untuk sektor korporat sebesar Rp10 triliun. Sedangkan kredit yang belum ditarik untuk sektor usaha menengah sebesar Rp3,5 triliun dan untuk sektor usaha kecil Rp2 triliun.

"Sebagian besar dari jumlah itu dipakai untuk membiayai jalan tol Rp7 triliun dan Rp1,8 triliun untuk pembangunan pembangkit listrik," tandasnya. (Tomi Sujatmiko/Sindo/rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4