JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Divisi Regional II akan mengalokasikan dana sekira Rp2,5 miliar untuk membangun sekitar 500 titik jaringan hotspot layanan internet pita lebar berkecepatan tinggi (broadband) Speedy hingga akhir tahun 2008. Untuk membangun satu titik hotspot, dibutuhkan investasi sekira Rp5 juta.
Seperti dikutip dalam buletin Ciptadana, Minggu (14/9/2008), Menkominfo Muhammad Nuh pernah menegaskan, seluruh proses penentuan operator penyelenggara sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) akan ditetapkan melalui mekanisme beauty contest dan tidak ada penunjukkan langsung.
"Saat ini pemerintah tengah melakukan persiapan teknis untuk melaksanakan tender. Pengadaan layanan SLJJ tersebut ditargetkan selambat-lambatnya sudah dilakukan pada 31 Desember 2008," jelasnya.
Dia menambahkan, proses tender diperkirakan akan memakan waktu dua bulan. Persyaratan bagi calon operator penyelenggara SLJJ untuk dapat mengikuti proses seleksi baru akan diumumkan menjelang tender dibuka.
Saat ini, izin penyelenggaraan layanan SLJJ dipegang oleh dua operator, yakni Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dan Indosat (ISAT). Pada penutupan perdagangan Jumat (12/9/2008), TLKM ditutup melemah Rp350 ke level Rp6.850.
(ade)