Buruh beristirahat di trotoar (foto:sindo)
JAKARTA - Sektor lapangan kerja yang diciptakan di setiap tahun fiskal, diusulkan untuk ditetapkan menjadi bagian dari asumsi makroekonomi dalam APBN.
Menurut Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP Hasto Kristianto, hal ini dilakukan untuk mengatasi masalah kemiskinan. Hasto juga menilai, agar sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar dalam penciptaan lapangan kerja.
"Kami mendorong agar sektor pertanian ikut berkontribusi. Karena pertanian adalah sektor yang dapat menyerap tenaga kerja yang sangat luas," ungkap Hasto di sela rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9/2008).
Usul itu diungkapnya, sehubungan dengan insiden tewasnya 21 orang saat mengantre zakat di Pasuruan, Jawa Timur, Senin 15 September, kemarin.
Sementara berdasarkan RAPBN 2008 yang dipaparkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di DPR 16 Agustus 2007 yang silam, lanjutnya, dikatakan SBY bahwa optimisme Indonesia adalah terus berlanjutnya penguatan kondisi makroekonomi.
Sekadar diketahui, asumsi yang digunakan dalam RAPBN 2008 yang dibacakan SBY saat itu adalah laju pertumbuhan ekonomi 6,8 persen, inflasi 6 persen, nilai tukar Rp9.100 per dolar USD, SBI 3 bulan 7,5 persen/tahun, lifting minyak sebesar 1,034 juta barel per hari, serta harga minyak ICP 60 dolar As per barel.
"Untuk mendukung penguatan makroekonomi, penciptaan lapangan kerja juga harus masuk dalam asumsi tersebut," pungkasnya.
(rhs)