ekonomi global


Gejolak Harga Pangan Masih Ancam Asia

Selasa, 16 September 2008 - 11:05 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Nuria - Okezone
ist

HONG KONG - Negara-negara berkembang di kawasan Asia harus melakukan reformasi struktural yang mendukung sektor pertanian. Jika tidak, lonjakan harga bahan makanan akan kembali terjadi.

Demikian peringatan Asian Development Bank (ADB) dalam laporan terbarunya mengenai Update Perkiraan Perkembangan Ekonomi Asia 2008 yang dikirimkan kepada okezone, Selasa (16/9/2009).

"Permintaan harga bahan makanan pokok seperti beras tetap lebih tinggi dari pasokan," kata Kepala Ekonom ADB Ifzal Ali. "Jika kembali terjadi guncangan pada pasokan, maka Asia akan kembali menghadapi lonjakan harga biji-bijian," lanjutnya

Laporan ADB memaparkan penyebab lonjakan harga beras karena masalah pasokan. Harga beras meningkat dari USD400 per ton pada awal tahun menjadi USD1.200 per ton pada bulan Mei, sebelum turun menjadi USD730 per ton minggu lalu. "Namun masalah pasokan yang terus terjadi, menjadi kekuatan utama yang mendorong terjadinya lonjakan harga," jelas dia.

Untuk diketahui, ADB didirikan pada 1966 dan dimiliki oleh 67 negara anggota, di mana 48 di antaranya berada di kawasan Asia. Pada 2007, ADB menyetujui pinjaman sebesar USD10,1 miliar, USD673 juta proyek hibah, dan bantuan teknis sebesar USD243 juta. Lembaga ini berkedudukan di Manila. (jri)

Share
o1 o2

Berita Lain

o3 o4