Sektor Riil


Dampak Impor Barang Modal Bagi Ekspor Butuh 6 Bulan

Rabu, 17 September 2008 - 10:12 wib
text TEXT SIZE :  
foto: ist

JAKARTA - Pengaruh kenaikan impor barang modal terhadap peningkatan kinerja ekspor nasional diproyeksi membutuhkan waktu paling minimal enam bulan.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Institute for Development Economic and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika. Dia menanggapi tingginya surplus neraca perdagangan akibat tingginya impor dibanding ekspor.

"Impor barang modal atau bahan baku perlu waktu untuk bisa diekspor kembali. Jadi, peningkatan impor sekarang baru enam bulan ke depan terlihat dampaknya terhadap kenaikan ekspor," ujar Erani di Jakarta, Rabu (17/9/2008).

Lebih dari itu, ungkap Erani, kinerja ekspor pada semester II-2008 tidak bisa didorong lebih tinggi dibanding semester I-2008. Pasalnya, saat ini tengah berlangsung penurunan harga komoditas di pasar internasional.

Bank Pembangunan Asia (ADB) sebelumnya memproyeksikan penurunan surplus perdagangan Indonesia selama tahun 2008 pada level USD22,0 miliar. Angka ini turun USD10,8 miliar dari USD32,8 miliar sepanjang tahun lalu.

Catatan ADB, penurunan surplus perdagangan lebih banyak didorong oleh tingginya permintaan impor, terutama impor jenis barang modal. Sementara permintaan komoditas ekspor dari pasar luar negeri tidak mampu menunjukan tren peningkatan. (Zaenal Muttaqin /Sindo/ade)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4