foto: ist
JAKARTA - Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menerima bantuan donor dari pemerintah Belanda sebesar USD2 juta. Rencananya, dana tersebut untuk mendukung kesuksesan Pemilu 2009.
Dana itu disalurkan antara lain melalui bantuan teknis managemen pemilu dan registrasi pemilih, meningkatkan partisipasi politik dan pendidikan bagi masyarakat serta mendukung koordinasi antar departemen.
Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, bantuan ini adalah sebagai support negara luar terhadap kesuksesan Pemilu di Indonesia dan bukan sebagai intervensi pihak asing.
"Suksesnya Pemilu 2004 ternyata membuat negara asing lebih banyak mendukung kesuksesan pemilu berikutnya dan ini diaplikasikan berupa bantuan dari negara Belanda," paparnya, dalam penandatanganan kerjasama antara Belanda-Bappenas, di Jakarta, Jumat (19/9/2008).
Dalam keterangan tertulisnya, Dubes Belanda untuk Indonesia menyampaikan pemerintah Belanda memuji kesuksesan pemilu di Indonesia pada 2004 lalu. Pemerintah Belanda memberi dukungan pendanaan untuk mensukseskan pemilu yang akan datang.
"Yang penting saat ini adalah untuk meningkatkan proses pemilu dan mengembangkan kapasitas KPU dan hal ini juga tidak kalah pentingya dengan memberi informasi tentang pemilu dan peran serta pastisipasi para pemilih, khususnya kaum wanita dari kelompok di daerah tertinggal," kata duta besar Belanda untuk Indonesia Nicolas Van Damdan.
Sebagaimana diketahui, bantuan ini bukan pertama kali diberi kepada Indonesia. Sebelumnya Kanada juga memberi bantuan pemilu untuk Indonesia sebesar USD2,2 juta. Rencananya beberapa negara donor lain juga akan memberi bantuan program pemilu.
Penandatanganan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshori, Dubes Belanda untuk Indonesia Nicolas Van Damdan, serta Kepala Perwakilan PBB sekaligus Kepala Perwakilan UNDP untuk Indonesia El Mustafa Benlamlih. (rif)
(ade)