Seiring makin bergairahnya pasar sepeda motor, automatis mendorong bisnis suku cadangnya jadi kian cerah. Bagi yang berminat terjun ke sektor bisnis ini, tampaknya tawaran kemitraan dari Raja Motor patut dipertimbangkan. Dengan investasi Rp 305 juta, diperkirakan BEP bisa dicapai dalam tempo dua tahun.
Meski dibayangi kenaikan harga BBM, industri automotif di negeri ini malah makin semarak. Di pasar sepeda motor misalnya. Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) selama Agustus lalu, penjualan sepeda motor mencapai 613.244 unit. Skala tersebut naik luar biasa ketimbang penjualan pada awal tahun yang 477.658 unit.
Tren yang begitu marak, tak pelak, membuka peluang bagi sektor bisnis pendukungnya jadi kian cerah. Itu, layaknya bisnis pembiayaan, perbengkelan, serta perniagaan produk suku cadang dan aksesori. Sesungguhnya pula, peluang nan menjanjikan itu serta merta tak disia-siakan oleh kalangan yang selama ini giat bermain di sektor ini. Salah satunya adalah gebrakan yang tengah digencarkan Raja Motor, pemilik jaringan gerai yang memasarkan berbagai suku cadang dan aksesori sepeda motor.
Sampai saat ini, menurut Erie Riza Nugraha, pemilik Raja Motor, pihaknya telah memiliki delapan toko yang tersebar di beberapa daerah, antara lain di sekitar Jakarta (Serpong, Cibubur, Ciganjur, dan Jatiwaringin), Semarang, serta Samarinda. Nah, seiring makin menggeliatnya pasar sepeda motor, manajemen Raja Motor pun bertekad mengembangkan sayapnya. Target pada Oktober ini misalnya, "Kami akan menambah dua gerai baru lagi," kata Erie.
Untuk itu, Raja Motor tak akan berjalan sendirian, melainkan membuka kesempatan bagi kalangan pemodal yang berminat menjadi mitra usaha. Model kemitraan yang ditawarkan adalah layaknya sistem waralaba. Tawaran kerja sama bisnis yang boleh jadi menarik.
Itu, setidaknya, bila melihat konsep marketing yang dikembangkan Raja Motor, yang bisa jadi agak berbeda dari kebanyakan pemain di sektor ini. Lihat saja toko-tokonya, dirancang hampir mirip dengan konsep pasar swalayan yang menjajakan ribuan item produk suku cadang dan aksesori sepeda motor. Gerai ini juga menawarkan jasa modifikasi, perawatan, dan pemasangan (suku cadang dan aksesori) bagi pemilik sepeda motor yang membutuhkan.
Dengan begitu, kalangan pengunjung bisa memilih barang sesuai kebutuhan secara lebih leluasa dan nyaman. Harga setiap produknya pun bervariasi, mulai dari yang termurah sekitar Rp5 ribuan (seperti tutup pentil) hingga Rp2,5 juta. Pendek kata, Raja Motor memang dirancang sebagai gerai yang memberikan pelayanan terpadu, alias one stop shopping.
Nah, mereka yang berminat menyambar tawaran tersebut, seyogianya wajib memenuhi persyaratan yang ditetapkan pihak prinsipal. Yang terutama adalah dana sebagai modal kemitraan. Jumlahnya Rp305 juta. Dana sebesar itu, menurut Erie, akan dipotong Rp75 juta untuk franchise fee yang berlaku selama lima tahun, serta Rp5 juta untuk legal fee. Lalu, yang Rp80 juta untuk pengadaan peralatan pendukung, seperti rak (sebanyak 35-40 unit), meja kasir, komputer, serta peralatan bengkel. Kemudian yang Rp125 juta dibelanjakan untuk 800 item produk, sebagai stok awal. Sisanya yang Rp20 juta akan digunakan sebagai modal kerja untuk selama tiga bulan.
Yang tak kalah penting, pihak calon mitra juga harus menyediakan tempat, yakni berupa lahan berikut bangunannya.
Luas bangunan, idealnya, tak kurang dari 100 meter persegi dan berada di lokasi yang strategis. Ukuran strategisnya, berlokasi di sebuah jalan yang setiap menit dilalui minimal oleh sekitar 100 unit sepeda motor.
Berdasarkan perhitungan Erie, bisnis kemitraan ini memiliki prospek yang cukup cerah. Salah satu pertimbangannya, ya itu tadi, mengingat pertumbuhan bisnis sepeda motor di negeri ini yang skalanya mencapai 40 persen per tahun. Selama tahun ini saja, penjualannya diperkirakan akan mencapai 6 juta unit.
Yang Tak Rentan Persaingan
Bisnis kemitraan ini akan berjalan lebih mulus lagi, tambah Erie, bila mitra pemodal memiliki komitmen yang kuat untuk berkembang. Seyogianya pula, "Yang berminat menjadi mitra kami adalah mereka yang memiliki hobi di bidang automotif," ujarnya.
Agar semuanya berjalan sesuai target, ada sejumlah kewajiban dari pihak Raja Motor buat para mitra pemodal. Mereka akan memberikan berbagai pengarahan bagaimana bisnis ini bisa berjalan dengan baik, seperti bimbingan dalam memilih produk, sistem rekrutmen dan pelatihan karyawan, dan kiat-kiat pemasaran. Tak berhenti sampai di situ. Pihak prinsipal juga akan melakukan evaluasi secara rutin, yakni sebulan sekali, terhadap perkembangan kinerja anggotanya.
Nah, bila semua sudah berjalan sesuai aturan, Erie berani menargetkan bahwa setiap gerainya bisa memetik omzet sekitar Rp 105 juta per bulan. Dari pendapatan sebesar itu, 20 persen di antaranya adalah keuntungan bersih yang akan dinikmati mitra pemodal. Dengan skala keuntungan sebesar itu, diperkirakan investasi yang telah ditanam akan kembali dalam tempo sekitar dua tahun. Sungguh, bisnis nan menjanjikan.
Guna menarik minat pengunjung, manajemen Raja Motor telah menyiapkan sejumlah kiat. Selain memberikan pelayanan one stop shopping, sejak dua bulan lalu mereka juga mulai menawarkan member card. Manfaat yang bisa dipetik para pemegangnya, jika berbelanja akan memperoleh potongan harga hingga 25 persen, bebas ongkos ganti oli, serta pelayanan lain yang tak kalah menarik. Karena multi-manfaat, peminat pun terus mengalir. Sampai saat ini, kalangan pemiliknya sudah mencapai ratusan pelanggan.
Erie memulai debut di bisnis ini sejak 1996. Kala itu, ia terinspirasi oleh bisnis yang ditekuni oleh ayah mertuanya yang sudah lebih dahulu berdagang suku cadang dan aksesori sepeda motor di Surabaya. Seperti kebanyakan toko suku cadang yang ada pada masa itu, begitu pula gerai yang dikelola ayah mertuanya, masih menggunakan cara-cara berdagang tradisional.
Kelemahan cara berdagang seperti itu, biasanya cenderung rentan terhadap persaingan. Atas dasar itu, rupanya, yang memotivasi Erie mencari model berdagang yang lebih tahan untuk jangka panjang. Dipilihlah konsep serupa supermarket. Selain tergolong baru, konsep ini juga dinilai memiliki banyak keunggulan.
Dengan pelayanan terpadu misalnya, diyakini akan memberikan sejumlah benefit bagi para pelanggan. Dengan modal awal kurang dari Rp50 juta, sarjana akuntansi (lulus pada 1985) dari Universitas Airlangga, Surabaya, itu mencoba membuka minimarket aksesori sepeda motor. Tokonya ini bercokol di Jalan Tambak, Cibubur, Jawa Barat, luasnya tak lebih dari 15 meter persegi.
Usahanya itu tak sia-sia. Nyatanya, gerai Raja Motor terus beranak pinak. Lebih dari itu, Erie yang pernah bekerja di IBM selama 17 tahun juga berhasil menjadi pemasok berbagai produk suku cadang dan aksesori sepeda motor ke sejumlah supermarket, antara lain Rumah Matahari (Matahari Group) dan Alfa Supermarket.
Hanya saja, untuk mengembangkan usaha dengan konsep seperti ini bukan tak terkendala. Ganjalannya, terutama dari aspek permodalan. Maklum, untuk pengembangan setiap gerai dibutuhkan dana investasi yang tak sedikit. Nah, sebagai jalan keluar, sejak dua tahun lalu Erie mulai menawarkan model kerja sama waralaba.
(Trust//rhs)