JAKARTA - Tidak stabilnya pasar keuangan dunia dengan ditandai bangkrutnya Lehman Brother sekuritas terbesar di Negeri Paman Sam ini, ternyata berimbas bagi PT Bank CIMB Niaga Tbk.
Akibatnya, CIMB Niaga merevisi pertumbuhan kreditnya tahun ini sebesar 14 persen dari sebelumnya 19 persen.
"Gejolak pasar membawa pertumbuhan kredit menurun," papar Presiden Direktur PT Bank Niaga Tbk Hashemi Albakri, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/9/2008) malam.
Menurutnya, pasar perbankan tidak bisa dipisahkan dari pasar global. Maka tak ayal ketidakstabilan pasar global, sangat rentan berpengaruh pada ekonmi dalam negeri dan terlebih pada sektor perbankan. Sehubungan krisis likuiditas perbankan di pasar tersebut, maka dengan keadaan tersebut pemberian kredit akan dipersempit.
(rhs)