JAKARTA - Harga beras di Pasar Induk Cipinang (PIC) masih stabil atau belum mengalami lonjakan hingga Senin (22/9/2008). Begitu pula stok beras yang diperkirakan mencukupi dalam menghadapi tingginya permintaan masyarakat menjelang Lebaran tahun ini.
Humas PT Food Station Tjipinang Jaya Nurul Shantiwardhani mengatakan menjelang lebaran tahun ini ada peningkatan konsumsi beras terhadap masyarakat DKI Jakarta. Daya konsumsi yang pada hari normalnya sebesar 2.500 ton mengalami peningkatan menjadi 2.900 ton perharinya. "Namun stok beras sebesar 28.000 ton beras saat ini mencukupi hingga sembilan hari kedepan," ungkap Nurul di kantornya. Senin 22 September ini sebanyak 3.120 ton beras masuk sebagai tambahan.
Sementara itu pasokan beras dari sejumlah daerah masih akan bertambah lagi, karena panen raya tahap kedua sedang berlangsung di sejumlah daerah. Diakui Nurul, banyak pedagang saat ini sibuk melakukan aksi jual agar tidak terjadi penumpukan menjelang hari raya nanti. "Meski begitu harga beras relatif masih normal," ungkapnya.
Sejak awal bulan September, harga beras IR-64 atau jenis yang dikonsumsi masyarakat DKI Jakarta tidak mengalami gejolak. Untuk jenis IR-64 kualitas satu harga masih tetap Rp5.400, kualitas dua Rp5.100, kualitas tiga Rp4.800. "Kalaupun ada kenaikan pada harga beras, bukan jenis yang umum dikonsumsi masyarakat Jakarta," kata Nurul.
Stabilnya harga dan stok beras ini disambut baik oleh pedagang beras di Pasar Induk Cipinang. Menurut mereka stabilnya harga beras ini diluar dugaan banyak pedagang, terjadi sejak Agustus. "Tahun lalu, menjelang September banyak pedagang yang panik karena stok beras yang terbatas," ungkap Edy seorang pedagang beras di PIC.
Bahkan menurut Edy, stabilnya harga ini terjadi dalam waktu tiga bulan terakhir. Berbeda ketika menghadapi lebaran dua tahun yang lalu, tahun ini pasokan lancar dan harga stabil. "Secara mengejutkan lebaran tahun ini terjadi bertepatan dengan panen tahap kedua di sejumlah wilayah," katanya.
Meski begitu, menurut Edy kondisi saat ini tidak dibarengi dengan peningkatan daya beli masyarakat. "Belum ada peningkatan, daya beli masyarakat tidak ada peningkatan yang mencolok," katanya. Berbeda dengan tahun lalu, saat ini memasuki puasa hari kelimabelas tidak terjadi gejolak pada masyarakat. Edy tetap memuji pemerintah yang dianggap berhasil menjaga stok pangan khususnya beras.
Untuk mengantisipasi libur hari raya, pedagang kabarnya mulai melakukan stok untuk sepuluh hari kedepan mulai tanggal 27 September. Begitupula stok untuk pengadaan beras zakat fitrah, sudah diamankan. "Stok di pasar Induk hingga H+8 masih aman," ungkap Nurul Humas PT Food Station Tjipinang Jaya. Justru menurutnya, pedagang disibukkan dengan kegiatan melepas produknya ke pasar tradisional.
Menurutnya, hingga saat ini belum bisa dilakukan ekspor beras apabila terjadi kelebihan produksi beras. Alasannya, disampaikan Nurul, pemerintah belum mempersiapkan mekanisme ekspor untuk saat ini. Pengadaan beras masih difokuskan untuk konsumsi dalam negeri. "Belum ada regulasi dari pemerintah untuk ekspor," tandas Nurul.
(Isfari Hikmat/Sindo/mbs)