Sektor Riil


PT PAL Pasien Kedua PPA

Selasa, 23 September 2008 - 10:51 wib
text TEXT SIZE :  
A Nabhani - Okezone
foto: wordpress.com

JAKARTA - Rencana PT Penataran Angkatan Laut (PAL) menjadi pasien kedua Perusahaan Pengelola Aset (PPA) setelah Merpati, dipastikan sudah dalam tahap pengkajian.

Rencananya, hasil kajian tersebut akan disampaikan ke Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil pekan depan. "Kita akan sampaikan pekan depan ke Meneg BUMN. Saat ini sedang dalam tahap pengkajian," ujar Dirut PT Penataran Angkatan Laut (PAL) Hars Susanto, usai buka puasa bersama, di Gedung Pertamina, Jakarta, Senin (22/9/2008) malam.

Dia menambahkan, PT PPA sudah melakukan tahap pengkajian terhadap kerugian yang dialami PT PAL. "PPA sedang dalam tahap mengkaji, dan ini adalah sebagai bentuk rescue PT PPA terhadap kerugian yang dialami PT PAL. Hal semacam ini sudah dibicarakan dengan Menneg BUMN," katanya.

Adapun dalam hasil kajian PPA tersebut, ada tiga opsi yang akan diberikan, di antaranya menaikkan platform, kredit assesment dari PPA, dan kerjasama operasi dengan BUMN lain.

Di samping itu, dia mengatakan, dari tiga opsi yang diberikan, kerja sama operasi dengan BUMN lain merupakan peluang yang terbuka lebar. Pasalnya, saat ini PT PAL sudah menjajaki kerja sama dengan anak perusahaan PT Timah Tbk.

Menurutnya, opsi seperti inilah yang kemungkinan besar akan diambil PT PAL untuk menyelamatkan kerugian. Di mana di dalam kerja sama ini PT PAL akan lebih banyak mengajarkan cara pembuatan kapal pada anak perusahaan PT Timah.

Selain itu, PT PAL sendiri tidak akan melakukan privatisasi karena ada aturannya berupa undang-undang tersendiri. "Kami mengalami kerugian tahun lalu sekira USD400 juta. Tahun ini kami belum bisa memastikan," tambahnya.

Sementara itu, untuk mendukung rencana dari PT PAL tersebut ada beberapa perbankan yang mendanai. Di samping untuk menutupi kerugian dua tahun ke depan sebesar USD40 juta. Rencananya, hasil kajian PPA sudah bisa dilakukan setelah Lebaran nanti. (ade)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4