Finance


Bukopin Garap Bisnis Multifinance

Selasa, 23 September 2008 - 09:23 wib
text TEXT SIZE :  
foto: ist

JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) serius menggarap bisnis pembiayaan (multifinance) dengan mengubah nama anak perusahaan PT Indo Trans Buana Multifinance menjadi PT Bukopin Finance.

"Perubahan nama sesuai dengan perubahan anggaran dasar PT Indo Trans Buana Multifinance dan sudah mendapat persetujuan Menkum dan HAM sejak 14 Juli lalu," kata Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi, usai buka puasa bersama, di Jakarta, Senin (22/9/2008).

Menurut Glen, sebagai usaha yang bergerak di sektor pembiayaan, Bukopin Finance memfokuskan usahanya pada jasa pembiayaan di sektor konsumen dan komersial. Komposisinya 80 persen pasar konsumen dan 20 persen pasar komersial. Sedangkan di masa depan, target pembiayaan akan disinergikan dalam bentuk pembiayaan bersama dari Bank Bukopin.

Fleksibilitas pembiayaan, lanjut Glen sangat diperlukan untuk perkembangan usaha Bukopin Finance. Di pasar komersial Bukopin Finance akan membiayai peralatan industri, mesin-mesin, anjak piutang dan kapal. Sedangkan pasar konsumer membiayai ototomotif, peralatan rumah tangga atau elektronik.

"Bukopin Finance diharapkan mampu menjadi perusahaan pembiayaan pilihan bagi industri dan komunitasnya dengan mengembangkan kemampuan organisasi," tandasnya.

Sebelumnya, Bank Bukopin tetap memiliki komitmen tinggi untuk menjalankan fungsi intermediasinya yang tercermin dari outstanding pinjaman (gross) sebesar Rp20,43 triliun pada triwulan I-2008. Jumlah ini naik 36,34 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp14,92 triliun. Sejalan dengan peningkatan ini, rasio pinjaman terhadap total simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) meningkat 72,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 58,85 persen.

Glen menambahkan, walaupun ekspansi kredit cukup agresif, perseroan tetap memperhatikan manajemen risiko yang terbukti dari perkembangan angka kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross dari 3,96 persen pada 31 Maret 2007 menjadi 3,62 persen pada posisi yang sama tahun ini.

"Saya optimistis melihat pertumbuhan yang sangat positif dan melihat terciptanya penerapan  manajemen risiko yang semakin baik. Hal ini sejalan dengan komitmen menerapkan manajemen risiko yang prudent dengan mengadopsi best practice global untuk konsep-konsep pengelolaan manajemen risiko", jelasnya. (Tomi Sujatmiko/Sindo/ade)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4