foto: ist
JAKARTA - Kementerian Negara BUMN mengharapkan Departemen Keuangan (Depkeu) segera mencairkan dana untuk modal awal PT PPA sebesar Rp1,5 triliun.
Dengan demikian, PT PPA dapat segera menyehatkan PT Djakarta Lloyd dan PT Penataran Angkatan Laut (PAL).
Direktur Utama PPA Mohammad Syahrial mengatakan, rencana restrukturisasi Djakarta Lloyd dan PAL dialokasikan dari dana Rp1,5 triliun tersebut.
"Saat ini, merupakan masa transisi bagi PPA, sehingga tugas kami paling akan ditambah oleh BUMN yang masalahnya tidak terlalu besar dan perusahaan-perusahaan yang ditangani PPA sebelumnya yang merupakan mandat dari Depkeu," ujar Direktur Utama PPA Mohammad Syahrial seusai penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) terhadap 10 BUMN di kantor Kemmeneg BUMN, Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (25/9/2008).
Dia menambahkan, berdasarkan mekanisme pengusulan anggaran, bulan Oktober atau paling lambat November, semestinya PPA sudah mengajukan kepastian berapa jumlah dana yang dibutuhkan.
"Sampai saat ini kami masih menunggu kucuran dana Rp1,5 triliun tersebut sambil kami membuat rencana anggaran yang dibutuhkan," tutupnya.
Sementara itu, dana Rp2 triliun yang dialokasikan untuk PPA, pada 2009 juga harus menunggu kepastian persetujuan menteri keuangan, karena itu diambil dari selisih setoran dividen.
(ade)