foto: ist
JAKARTA - PT Krakatau Steel (PT KS) menjalin kesepakatan kerja sama guna penambahan pasokan baja dalam proyek pembangunan yang digarap oleh tujuh BUMN karya.
Hal tersebut disampaikan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, usai menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut, di Kantor Kemmeneg, Jakarta, Kamis (25/9/2008).
Adapun tujuh BUMN karya yang meneken nota kesepahaman (MoU) dengan PT KS itu adalah PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, PT Nindya Karya, dan PT Amarta Karya.
Selain itu, kerja sama PT KS dengan beberapa BUMN karya tersebut dipastikan tidak akan mengurangi mata rantai distribusi pasokan baja.
"Tetap akan menggunakan mekanisme ditribusi yang wajar. Tetapi ada hal kadang-kadang ada distribusi yang langsung lebih cepat lebih reliable. Oleh karena itu, saya tidak bermaksud untuk menuntut kerja sama distribusi dengan pihak lain," ujar Sofyan.
Adapun bentuk kerja sama yang dilakukan tujuh BUMN dengan PT KS itu berupa bisnis penyediaan produk besi baja untuk pekerjaan pembangunan proyek-proyek infrastruktur pemerintah dan swasta.
Dengan adanya kerja sama seperti itu, Sofyan berharap PT KS bisa mendisiplinkan distributor dan agennya. Hal itu terkait dengan seringnya terjadi suatu kondisi, di mana BUMN memasok tapi yang berkuasa justru distributor.
"Jadi ada punishment dulu, tetapi tidak ada maksud membuat BUMN hanya berbisnis dengan BUMN, lantas pihak lain tidak bisa ikut," jelas Sofyan.
MoU itu merupakan upaya kerja sama dalam rangka meningkatkan efisiensi dan produktivitas sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak, dengan tetap berpegang pada prinsip bisnis yang sehat dan saling menguntungkan.
Untuk itu, PT KS akan menyediakan produk besi baja yang dihasilkan PT KS dan anak perusahaannya dengan spesifikasi yang dibutuhkan dalam mendukung proyek pembangunan infrastruktur yang dilakukan BUMN karya. Soal harga, itu disesuaikan dengan harga pasar.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dirut KS Fazwar Bujang bersama dengan Direktur Operasional Adhi Karya Supari, Dirut PT PP Musyanif, Dirut PT Hutama Karya Tri Wijayanto, Direktur pengembangan dan SDM PT Waskita Karya Bambang E Marsono, Dirut PT Wijaya Karya Toni Warsono, Dirut PT Nindya Karya Kiming Marsono dan Dirut Amarta Karya Bambang Kunto.
(ade)