foto: Sindo
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Perdagangan Daalam Negara (PDN) Gunaryo menyatakan penyempurnaan terhadap jalur distribusi pupuk bersubsidi terus dilakukan.
Gunaryo menyebutkan di sejumlah daerah telah melakukan perbaikan dalam sistem penyaluran pupuk. "Penyelundupan terhadap pupuk bersubsidi ini diharapkan dapat ditekan dan pelanggarannya akan dikenai Tindak Pidana Ekonomi (TPE)," ujarnya di Jakarta, Kamis (25/9/2008) sore.
Dia menyatakan, salah satu penyebab terjadinya penyelundupan pupuk bersubsidi adalah terjadinya perbedaan harga.
Gunaryo menyebutkan, Depdag dan pihak pemerintah daerah telah berupaya untuk mengurangi penyelundupan pupuk bersubdisi. "Komisi Pengawas Pupuk yang melakukan tugas untuk memantau apakah telah terjadi penyimpangan tehadap pupuk bersubsidi," tegasnya.
Di sisi lain, Manajer Perencanaan dan Pengembangan PT Pusri Subhan mengatakan, jumlah rata-rata pupuk bersubdisi yang disalurkan setiap tahun mencapai 4,3 juta ton.
Subhan menyatakan, kebutuhan pupuk bagi para petani sampai akhir tahun mendatang masih mencukupi. "Stok pupuk bersubsidi sampai tingkat kabupaten cukup termasuk untuk musim tanam antara Desember sampai Januari," tandasnya.
(Eko Budiono /Sindo/ade)