Finance


5 Bank Asing Minati Pendanaan Terminal LNG PGN

Kamis, 25 September 2008 - 14:57 wib
text TEXT SIZE :  
foto: ist

JAKARTA - Lima Bank asing telah menyatakan minatnya untuk mendanai proyek LNG Receiving Terminal PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang ditangani Konsorsium PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Pertamina. Namun begitu, penjajakan saat ini masih belum ke pembicaraan serius.

"Ada beberapa bank asing yang berminat. Sekira empat atau lima. Tapi kami belum membahasnya karena masih fokus pada hal-hal teknis, terutama mengenai ketersediaan pasokan gasnya," ujar Dirut PGN Hendi Prio Santoso, di Jakarta, Kamis (25/9/2008).

Saat ini, lanjutnya, konsorsium telah menyepakati persetujuan volume domestik LNG dari sisi total kebutuhan, yakni sebesar 11,75 juta ton atau sekira 1,5 juta ton per tahun (MTPA). Untuk dapat membangun LNG Receiving Terminal, setidaknya dibutuhkan pasokan LNG sebesar 3 juta ton per tahun. Sedangkan saat ini, pasokan LNG di dalam negeri baru mencapai 1,5 juta ton per tahun.

"Kalau kita tidak bisa sediakan pasokan LNG 3 juta ton per tahun, pembangunan LNG Receiving Terminal akan mahal karena ada pemborosan biaya untuk kapasitas yang tidak terpakai," ujar Hendi.

Selain itu, pembangunan Terminal LNG tersebut membutuhkan dana sekira USD600-800 juta, yang akan ditanggung bersama konsorsium.

Di sisi lain, Direktur Keuangan PGN Riza Pahlevi Tabrani mengatakan , besar kemungkinan PGN akan menjadi lead dalam konsorsium tersebut.

PGN diperkirakan butuh dana sekira USD420-560 juta. Pendanaan tersebut, menurut Riza berasal dari kas internal dan pinjaman bank. "Komposisi pendanaannya 30 persen ekuitas bersama, sisanya 70 persen pinjaman bank," ujarnya.

Namun, komposisi itu pun masih bisa berubah, apabila ada perubahan dalam pendanaann  tersebut. Yang sudah pasti, selain kas internal, PGN akan mengambil opsi  pinjaman dibanding pendanaan lain, seperti obligasi. "Penerbitan obligasi dalam kondisi seperti ini sepertinya tidak memungkinkan. Pinjaman bank lebih rasional," terang Riza.

Untuk porsi kas internal, Riza belum dapat memberikan angka pastinya. Sebab komposisi pemegang saham dalam proyek tersebut masih belum ditentukan. "Namun ekuitas perseroan hungga 30 Juni 2008 adalah sekira USD150 juta," ujar Riza.

Proyek terminal penerima LNG tersebut rencananya akan digarap bersama oleh Pertamina dan PLN. Saat ini ketiga perusahaan tersebut masih membicarakan pembentukan konsorsium proyek ini.

Sementara itu, selain rencana konsorsium untuk proyek terminal LNG Cilegon, perseroan juga tengah dalam proses pembicaraan dengan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), untuk kerjasama dalam hal pasokan gas dari Bontang, Kalimantan  Timur sebanyak 1,5 mtpa. (Juni Triyanto /Sindo/ade)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4