Sektor Riil


Tak Mudah Turunkan Harga BBM

Jum'at, 26 September 2008 - 14:59 wib
text TEXT SIZE :  
Widi Agustian - Okezone
Foto: Sindo

JAKARTA - Ada banyak pertimbangan dalam menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Selain menggunakan patokan Indonesia Crude Price (ICP), ada faktor lain yang juga menjadi penentu.

Hal itu dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, saat ditanya mengenai kemungkinan turunnya harga BBM.

"Pertimbangan menurunkan harga itu banyak. Misalkan ada pertimbangan politik," kata Purnomo di sela inspeksi ke Depo Pertamina Plumpang, Jakarta, Jumat (26/9/2008).

Seperti diketahui, turunnya harga minyak dunia membuat beberapa negara mengambil langkah menurunkan harga BBM-nya. Seperti yang dilakukan Malaysia. Harga bensin di SPBU di Negeri Para Datuk itu ditetapkan 2,55 ringgit (USD0,77) per liter, turun dari 2,70 ringgit. Harga solar diturunkan dari 2,58 ringgit menjadi 2,50 ringgit per liter.

Dijelaskan Purnomo pula, saat ini posisi ICP masih berada di atas USD100. "Di dalam pasal 14 UU APBNP 2008 dikatakan di atas USD100, nah sekarang malah USD110. Kalau sekarang harga ICP kita di bawah 100, artinya rata-rata setahun ini harga ICP-nya pada USD70. Artinya, dalam sisa waktu dari sekarang sampai Desember, harga ICPnya sampai USD70, kita baru melakukan perubahan," urai dia.

"Tetapi harga rata-rata ICP dari sekarang sampai Desember sebesar USD70 mungkin nggak?" tanyanya. (jri)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4