JAKARTA - Cadangan pasokan listrik unit operasional PLN P3B Jawa-Bali mengalami peningkatan dari 975 MW menjadi sebesar 2.959 MW.
Peningkatan ini terjadi karena adanya pengurangan penggunaan listrik pada Sabtu (27/9/2008) dan Jumat (26/9/2008).
Hal tersebut terungkap dalam laporan yang masuk ke Posko Lebaran ESDM dari Satgas PLN, seperti dikutip oleh situs resmi Departemen ESDM, di Jakarta, Senin (29/9/2008).
Cadangan 2.959 MW tersebut merupakan selisih dari daya mampu sebesar 16.474 MW dengan beban puncak sebesar 13.515 MW.
Walaupun cadangan listrik di Jawa dan Bali mengalami peningkatan, ternyata masih ada beberapa wilayah yang masih mengalami defisit pasokan seperti, Lumbuya (-0,73 MW), Kolaka (-2,84 MW) dan Wua-Wua (-5,70 MW) Provinsi Sulawesi Tenggara, Toli-Toli (-0,30 MW), Poso (-1,87 MW) Provinsi Sulawesi Utara, Sambas (-1,28 MW), Provinsi Kalimantan Barat, Cabang Bontang (-0,33 MW), Provinsi Kalimantan Timur, dan Cabang Bima (-1,85 MW) Provinsi NTB.
Selain itu juga terjadi defisit pasokan akibat gangguan mesin di Provinsi NTT yaitu Cabang Kupang (-2,62 MW), Cabang Flores Barat (-0,34 MW), dan Cabang Sumba (0,32 MW).
Pasokan Cabang Bima, Prov. NTB yang mengalami gangguan sehingga menyebabkan terjadinya pemadaman 1.850 KW selama dua jam dari pukul 19.00 sampai dengan 21.00 waktu setempat, telah dapat diselesaikan setelah pihak PLN melakukan perbaikan pada mesin Komatsu dan mesin sewa 1 MW.
(rhs)